Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 363.326 pelajar di Indonesia mengalami gejala depresi dan 338.316 pelajar mengalami gejala kecemasan.
Hal ini terungkap dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun 2025.
“Dari 27 juta penduduk yang diperiksa kesehatan jiwanya, gejala depresi dan gejala kecemasan pada anak remaja ini lima kali lebih besar dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia,” kata Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes Asnawi Abdullah di Jakarta, Selasa (10/2/026), dikutip dari Antara.
Adapun penduduk dewasa dan lansia yang mengalami gejala depresi tercatat 174.579 orang atau 0,9 persen dari total.
Kemudian 153.903 orang atau 0,8 persen penduduk mengalami gejala kecemasan.
“Dengan CKG ini kami dapat melakukan deteksi lebih awal, sehingga dapat dilakukan tindak lanjut agar kesehatan pelajar terjaga hingga dewasa nantinya,” katanya.
Asnawi menuturkan, saat ini paradigma bahwa gangguan psikis ini baru terdeteksi sekian lama juga sedang dicoba untuk diubah.
Oleh karena itu guru diharapkan dapat turut berperan mendeteksi awal dan mencatat anak yang perlu menjalani pemeriksaan mental.
“Evaluasi kami pelajar ini mengalami gejala depresi karena banyak faktor. Faktor utama karena tuntutan prestasi. Jangan nanti setelah parah baru diketahui anak ini mengalami persoalan mental. Ini menjadi satu fokus dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis bagi pelajar,” papar Asnawi.
Pada 2026 Kemenkes menaikkan target pelajar yang mengikuti program CKG dua kali lipat yakni menjadi 50 juta pelajar.
CKG dilakukan di sekolah-sekolah negeri maupun swasta, yang pertama kali dimulai pada Juli 2025. Sekolah bekerja sama dengan puskesmas terdekat terkait pemeriksaan.