Anak-anak masih mengasah kemampuan persepsi mereka untuk memahami dunia di sekitar mereka. Sebagai orang tua, Anda bertanggung jawab untuk memahami apa yang mereka alami dan membimbing mereka melalui pengalaman tersebut, baik positif maupun negatif. Membantu anak-anak dengan harga diri rendah sama pentingnya dengan memastikan mereka makan dan minum dengan baik atau mendapatkan vaksinasi tepat waktu. Tingkat kepercayaan diri yang rendah dapat menyebabkan depresi, kebencian terhadap diri sendiri, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Artikel ini akan membantu Anda memahami tanda-tanda harga diri rendah pada anak-anak serta berbagai cara untuk membangun kepercayaan diri mereka.
Mengapa Harga Diri pada Anak Sangat Penting?
Perkembangan harga diri dimulai sejak usia sangat dini pada anak-anak dan terkait erat dengan jenis orang dewasa seperti apa mereka nantinya. Kegagalan berulang dapat menyebabkan masalah harga diri dan penurunan kepercayaan diri. Sebaliknya, keberhasilan cenderung menanamkan rasa pencapaian dan keyakinan pada kemampuan mereka. Namun, anak-anak perlu merasakan kebanggaan atas tindakan mereka tanpa merasa bahwa mereka pantas mendapatkan kemenangan tanpa kerja keras. Di sisi lain, harga diri yang rendah seringkali mencegah anak-anak mengatasi tantangan sehari-hari yang dengan mudah diatasi oleh anak-anak lain.
Anak-anak dengan harga diri yang tinggi secara alami akan menemukan bahwa kepercayaan diri mereka membuahkan hasil yang diinginkan, yang selanjutnya meningkatkan peluang mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih menantang untuk membuktikan diri. Anggap saja ini sebagai lingkaran umpan balik positif: Semakin aman perasaan mereka, semakin baik kinerja mereka. Sangat penting bagi mereka untuk diterima oleh figur otoritas seperti orang tua dan guru, yang dukungan dan dorongannya dapat memotivasi mereka.
Tanda-Tanda Rendah Diri pada Anak
1. Agresi
Anak Anda bereaksi terhadap situasi emosional dengan perilaku agresif atau perundungan. Mereka melakukan ini untuk melindungi perasaan lemah atau ketidakmampuan mereka. Mereka biasanya menunjukkan agresi terhadap anak-anak yang lebih lemah dari mereka, menyalahkan mereka untuk menghindari menghadapi kurangnya kepercayaan diri mereka.
2. Berperilaku Bodoh
Anak-anak yang bertingkah laku seperti badut atau perilaku konyol sering melakukannya untuk menyembunyikan rasa tidak aman mereka. Bertingkah konyol mengalihkan pikiran mereka dari masalah, tetapi cara ini tidak pernah sepenuhnya berhasil.
3. Menyerah
Anak-anak dengan harga diri rendah meragukan kemampuan mereka dan mudah frustrasi jika gagal dalam suatu tugas, terkadang hanya setelah satu kali percobaan. Hal ini menyebabkan mereka langsung menyerah untuk menghindari rasa malu karena kegagalan.
4. Mendominasi
Kurangnya kepercayaan diri memunculkan perasaan tidak berdaya atas hidup mereka sendiri. Akibatnya, mereka mencoba mengambil kendali atas situasi tersebut, dan biasanya menjadi otoriter dalam prosesnya.
5. Bersikap Ceroboh
Perilaku impulsif adalah hal yang wajar pada anak-anak, tetapi melakukan sesuatu secara berlebihan mungkin merupakan teknik mengatasi stres, karena mereka mungkin ingin menyelesaikan tugas mereka secepat mungkin agar tidak merasa tertekan.
6. Menyangkal
Penyangkalan adalah cara umum yang digunakan anak-anak dengan kepercayaan diri rendah untuk menghindari frustrasi dan penderitaan yang akan muncul jika mereka menghadapi masalah mereka secara langsung. Penyangkalan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti keberhasilan mereka di sekolah atau mempertahankan persahabatan.
Cara Terbaik untuk Membangun Kepercayaan Diri pada Anak
1. Luangkan Waktu Bersama Mereka
Sebagai orang tua, sangat penting untuk selalu ada bagi anak Anda. Ini berarti menghabiskan waktu bersama mereka, meskipun hanya sekadar mengajak mereka makan es krim, membacakan cerita , dan sebagainya. Anak-anak di sekolah dasar atau yang lebih muda membutuhkan perhatian Anda lebih banyak lagi. Jangan lupa untuk fokus pada mereka selama waktu ini, karena anak-anak cukup peka untuk mengetahui jika Anda teralihkan perhatiannya dan ingin segera mengakhiri percakapan.
2. Biarkan Mereka Memilih
Memberikan kebebasan memilih kepada anak Anda memungkinkan mereka merasa memegang kendali atas hidup mereka. Pertimbangkan untuk memberi mereka pilihan untuk makanan, pakaian sehari-hari, dan sebagainya, tetapi hindari terlalu banyak pilihan, terutama jika mereka masih sangat kecil. Pastikan mereka juga menyadari konsekuensi dari pilihan mereka, sehingga mereka dapat membentuk opini mereka sesuai dengan itu.
3. Berikan Jaminan kepada Mereka Secara Teratur
Anak-anak perlu tahu bahwa mereka tidak harus sempurna sepanjang waktu. Cobalah untuk menunjukkan belas kasih dan pengertian dalam reaksi Anda terhadap kegagalan mereka. Semakin besar kekecewaan yang Anda tunjukkan, semakin besar pula dampaknya terhadap tingkat kepercayaan diri mereka. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak kecil, untuk tonggak perkembangan seperti belajar berjalan, berpakaian sendiri, dan sebagainya.
4. Berikan Pujian yang Tulus kepada Mereka
Anak-anak perlu tahu bahwa mereka tidak harus sempurna sepanjang waktu. Cobalah untuk menunjukkan belas kasih dan pengertian dalam reaksi Anda terhadap kegagalan mereka. Semakin besar kekecewaan yang Anda tunjukkan, semakin besar pula dampaknya terhadap tingkat kepercayaan diri mereka. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak kecil, untuk tonggak perkembangan seperti belajar berjalan, berpakaian sendiri, dan sebagainya.
5. Tetapkan Batasan
Meskipun memberi mereka kebebasan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kecepatan mereka sendiri, tetapkan batasan dan persyaratan. Misalnya, jika tugas mereka adalah mencuci piring atau membersihkan kamar pada hari tertentu, tegaskan agar mereka menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bantu mereka memahami bahwa tidak melakukan bagian mereka akan memengaruhi orang-orang di sekitar mereka juga.
6. Jangan Menghina Mereka
Melampiaskan amarah kepada anak-anak bukanlah hal yang benar. Jangan pernah menyiksa mereka, memanggil mereka dengan sebutan yang tidak pantas, menghina mereka dengan cara apa pun, atau meremehkan perasaan mereka. Ingatlah bahwa Anda mencintai anak Anda, meskipun tindakan mereka memengaruhi Anda. Penguatan negatif mungkin membuat mereka mengubah perilaku mereka untuk sementara waktu, tetapi dapat menghancurkan harga diri mereka dalam jangka panjang.
7. Biarkan Mereka Mencari Solusinya Sendiri
Jika Anda melakukan segalanya untuk anak Anda, mereka tidak akan pernah belajar menyelesaikan masalah mereka sendiri. Memakaikan pakaian pada balita Anda mungkin lebih efisien, tetapi itu tidak akan meningkatkan keterampilan motorik mereka atau memberi mereka rasa pencapaian. Mungkin menakutkan bagi Anda, tetapi membiarkan mereka mengambil risiko adalah cara terbaik bagi mereka untuk menghadapi tantangan baru. Misalnya, izinkan anak Anda menuangkan air sendiri ke dalam gelas meskipun itu berarti mereka akan menumpahkan setengahnya. Mereka akan tahu bagaimana menghadapi masalah itu di lain waktu.
8. Berikan Mereka Tanggung Jawab
Mintalah mereka untuk membantu kegiatan di sekitar rumah dan jadikan mereka bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tersebut. Ini akan membuat mereka mandiri dan mau melakukan sesuatu sendiri. Rasa kompetensi ini sangat penting untuk membangun harga diri pada anak-anak karena membuat mereka merasa bahwa mereka memberikan kontribusi yang berharga.
9. Perlakukan Mereka Tanpa Syarat
Terimalah anak Anda apa adanya. Peluk, cium, dekap mereka, tunjukkan kasih sayang sebanyak mungkin. Hindari segala bentuk perbandingan dengan saudara kandung atau teman yang berprestasi lebih baik di sekolah atau olahraga. Anak-anak perlu tahu bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka apa pun yang terjadi agar mereka merasa aman tentang diri mereka sendiri dan kemampuan mereka.
10. Pelajari Perspektif Mereka
Pahami bahwa tidak semua anak sama, dan tidak ada anak yang memandang dunia seperti Anda. Jika si kecil menangis atau merengek tanpa alasan, mungkin itu hanya karena perspektif Anda. Anak-anak terpengaruh oleh hal-hal yang berbeda dari orang dewasa dan tentu saja lebih rentan secara emosional.