Melihat si kecil tumbuh besar adalah hal yang menyenangkan bagi orang tua. Momen-momen itu menyenangkan dan mengasyikkan, dan akan selalu diingat sepanjang hidup. Seiring pertumbuhan anak, ia mulai mengucapkan kata-kata pertamanya, belajar mewarnai, bermain dengan Anda dan anak-anak lain, dan sebagainya. Tetapi ketika aspek-aspek lain dari dunia mulai terungkap, Anda akan menyadari bahwa anak Anda tidak mengingat banyak hal dengan baik atau cenderung melupakan sesuatu yang baru saja diajarkan kepadanya. Meningkatkan daya ingat pada anak perlu dimulai sejak usia dini agar bermanfaat baginya di kemudian hari. Stimulasi lingkungan, interaksi dengan orang tua, dan aktivitas bermain sangat penting untuk pertumbuhan neuron dan proliferasi sinapsis dan dendrit.
Bagaimana Cara Kerja Memori pada Anak-Anak?
Hal yang paling unik dari tubuh manusia adalah kemampuan otak untuk menyimpan informasi dan kemudian mengingatnya kapan pun dibutuhkan. Pada intinya, inilah yang disebut memori. Bertentangan dengan kepercayaan umum, otak kita tidak menyimpan informasi di lokasi tertentu seperti hard drive. Sebaliknya, setiap informasi menciptakan jalur terpisah dalam sirkuit saraf otak, tergantung pada seberapa intensif informasi tersebut. Jika terdapat lebih banyak jalur neuron untuk memori tertentu, maka memori tersebut akan semakin kuat.
Sangat jarang seseorang dapat mengingat peristiwa-peristiwa dari kehidupan mereka saat masih kecil. Secara medis, ini disebut “amnesia masa kanak-kanak” dan hal ini murni disebabkan oleh ketidakmampuan otak untuk membentuk sirkuit saraf yang bertahan lama pada usia tersebut. Inilah mengapa anak-anak harus diberitahu untuk melakukan tugas-tugas paling sederhana berulang kali.
Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi Kemampuan Memori pada Anak-anak
Tidak setiap anak itu unik. Oleh karena itu, beberapa anak mungkin memiliki daya ingat yang lebih kuat dibandingkan anak lainnya. Namun, dalam beberapa kasus, ada faktor-faktor spesifik yang dapat memengaruhi kemampuan anak untuk menyimpan dan mengingat informasi.
- Keberadaan berbagai kondisi medis yang sudah ada atau riwayat penyakit sebelumnya dapat memengaruhi kemampuan otak untuk menyimpan informasi. Hal ini dapat berupa kelainan genetik, cedera kepala sebelum atau sesudah lahir, atau kasus serupa lainnya.
- Ketidakmampuan umum untuk berkonsentrasi pada tugas atau masalah yang sedang dihadapi dalam waktu lama dapat mengakibatkan anak-anak sama sekali tidak mengingat apa yang diajarkan.
- Mengabaikan sepenuhnya suatu elemen tertentu, hanya karena elemen tersebut tidak menarik, secara tidak langsung memberi tahu otak bahwa elemen tersebut tidak layak untuk diingat.
- Mengonsumsi makanan yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan otak yang optimal. Jika pola makan anak Anda tidak tepat, hal itu dapat memengaruhi daya ingat anak Anda.
- Tidur sangat penting bagi otak karena saat itulah koneksi saraf diperkuat dan koneksi saraf baru terbentuk. Kurang tidur berarti daya ingat yang kurang efektif.
- Anak-anak yang terbiasa menonton banyak TV membuat otak mereka menjadi seperti bubur yang hanya mengonsumsi informasi secara pasif tanpa berusaha mengingat apa pun.
- Jika lingkungan di rumah menimbulkan stres dan kecemasan bagi anak, ia mungkin akan kesulitan mengingat sesuatu dengan baik.
Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak-Anak
Semakin sering Anda menggunakan otak, semakin kuat otak Anda. Hal ini membawa kita pada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan otak ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya.
1. Membesar-besarkan Masalah Kecil
Berusaha memahami dan mempelajari sesuatu bisa sangat membingungkan bagi seorang anak. Akibatnya, ia tidak akan berusaha untuk memahaminya karena terlalu sulit baginya. Bagilah blok informasi yang besar itu menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dengan fokus pada prinsip-prinsip dari masing-masing bagian tersebut. Biarkan dia mulai dari akarnya dan tumbuh hingga memahami keseluruhan pohon. Ini membantu mengatur informasi dalam struktur yang tepat di dalam otak.
2. Manfaatkan Indra
Beberapa anak mungkin tidak mengingat hal-hal secara persis, tetapi mereka dapat dengan mudah mengingat aspek lain dari peristiwa tersebut, seperti apa yang mereka dengar atau apa yang mereka lihat. Ini penting untuk memahami bagaimana anak Anda belajar atau mengingat sesuatu. Manfaatkan indra tersebut untuk membantunya menghubungkan persepsi itu dengan elemen yang perlu diingat dan diingat kembali. Hal ini tidak hanya memperkuat ingatan, tetapi juga melibatkan anak Anda ke tingkat yang lebih dalam.
3. Biarkan Anak Menjadi Guru
Jika Anda benar-benar memahami sesuatu, Anda seharusnya mampu mengajarkannya kepada orang lain. Setelah Anda mengajarkan sesuatu kepada anak Anda, atau jika anak Anda belajar sendiri, mintalah dia untuk mengajarkannya kepada Anda, saudara kandungnya, atau temannya. Catatlah saat-saat dia harus merujuk kembali ke materi tersebut dan kerjakan aspek-aspek tersebut.
4. Membuat Peta Pikiran
Ini adalah teknik yang telah terbukti membantu banyak orang untuk membuat sketsa ide mereka dan mengingat ide-ide yang sudah ada dengan cara yang jauh lebih baik. Dengan berfokus terutama pada konsep asosiasi dan koneksi logis, peta pikiran membantu anak Anda memvisualisasikan seluruh materi dalam jaringan yang membentuk jalur dari satu konsep ke konsep lainnya. Ini membantu menciptakan proses berpikir yang jernih yang dapat digunakan ketika materi atau konsep tersebut perlu diingat kembali.
5. Buatlah Contoh Anda
Sebagian besar buku teks atau materi pembelajaran dilengkapi dengan contoh untuk membantu memahami bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Setelah anak Anda memahaminya, mintalah dia untuk membuat contohnya sendiri. Biarkan dia menggunakan contoh untuk memperkenalkan atau mengajarkan konsep tersebut kepada Anda jika dia kesulitan menjelaskannya secara harfiah.
6. Gunakan Alat Bantu Visual
Menggabungkan kata kunci dan judul penting yang tepat untuk kartu flash dapat membantu anak Anda mengingat informasi dengan cepat. Dan alat bantu visual ini hanyalah batu loncatan untuk terus maju tanpa hambatan.
7. Belajar Secara Aktif
Belajar dan menghafal tidak harus terbatas pada waktu belajar tertentu. Ajak anak Anda berdiskusi tentang berbagai konsep di malam hari atau setelah menonton sesuatu yang menarik di televisi. Menghubungkan konsep-konsep yang berbeda untuk melihat gambaran yang lebih besar membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
8. Membawa Pembelajaran ke Lingkungan yang Berbeda
Tidak semua pembelajaran harus terjadi melalui materi pelajaran atau elemen pembelajaran. Biarkan anak Anda berinteraksi dengan berbagai aspek dunia dan mendapatkan pengalaman langsung. Ingin belajar tentang hewan? Kunjungi kebun binatang. Ingin mengajarkannya tentang tumbuhan? Ajak dia ke taman dan biarkan dia menjelajahinya. Untuk mengajarkan tentang sejarah, ajak dia ke museum.
9. Jadikan Pembelajaran Musikal
Aspek-aspek tertentu dalam proses belajar membutuhkan hafalan dan mengingat kata demi kata. Hal ini dapat dipermudah dengan menggabungkannya dengan melodi atau lagu berima. Pada dasarnya, ini membuat kedua belahan otak bekerja bersama dan mengingat suatu konsep, sehingga menciptakan koneksi saraf yang lebih kuat dan tahan lama.
10. Bersikap Ingin Tahu
Jangan pernah memarahi anak Anda karena terlalu banyak bertanya. Sifat ingin tahu seorang anak sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan menanamkan kemampuan untuk mencari konsep-konsep baru untuk dihafal, dipelajari, dan membangun jaringan saraf.
Orang tua dapat memanfaatkan berbagai kiat untuk meningkatkan daya ingat anak dan membantu mereka dalam berbagai aspek pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Penting untuk memberi anak waktu agar ia dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya sendiri dan pastikan untuk tidak membandingkannya dengan teman-temannya.